catatan kecilku

Jumat, 06 Mei 2011

Tip Menghadapi Kritikan

kritik
Banyak tujuan orang lain dalam mengkritik. Bisa karena peduli, atau sekadar tidak senang pada kita. Maksud kritik bisa kita perhatikan dari pesan yang terkandung. Juga cara orang menyampaikan kritik itu.
Bila memiliki tujuan yang baik, pengkritik akan menyampaikan dengan santun. Cara ini cenderung membuat pihak yang dikritik, bisa menerima. Sepedas apapun kritik yang disampaikan. Tapi, kadang kritik disampaikan di tempat umum, atau di depan banyak orang. Ini bisa membuat pihak yang dikritik tersinggung dan marah.Banyak cara menguatkan diri saat menghadapi kritikan, antara lain;
1. Kritikan adalah training gratis untuk menguatkan kepribadian.
Hadapi kritikan dengan sabar dan ikhlas. Kita bisa ubah kritik itu menjadi motivasi untuk maju.Kritik untuk meningkatkan kekebalan mental secara gratis. Jangan melihatnya dengan negatif. Tak mudah memang. Maknai sebuah kritikan itu sebagai jembatan pembentukan pribadi yang kuat dan matang.
2. Nikmati kritikan-kritikan itu.
Seperti buah durian. Aromanya menyengat, tapi buahnya sangat lezat. Jangan focus pada sangat tajam atau menyakitkannya kritikan itu. Seperti menikmati buah durian, nikmati kritik itu dengan santai. Menjadi pembelajaran untuk menguatkan kesabaran.
3. Berterimakasih pada pengkritik.
Banyak orang besar dan berhasil, tidak melihat kritik sebagai penghalang cita-citanya. Pepatah berkata, berterima kasihlah pada orang yang mengkritik, karena ia telah menguatkan kemampuan kita. Jadi maknai kritikan itu sebagai alat untuk menambah kebijaksanaan, kearifan dan kedewasaan untuk menambah kualitas diri. Jangan dipahami sebagai hal yang menjatuhkan.
4.Kitalah panglima bagi hidup kita.
Kita harus mendayagunakan hidup ini untuk mengemudikan hidup kita sendiri. Bila di tengah jalan orang merusak kendaraan kita, apakah kita membiarkan kendaraan itu dirusak? Begitulah hidup. Kita memiliki serangkan cinta-cita, namun jangan mudah membiarkan orang lain merobek mimpi kita. Tak perlu takut dan marah terhadap kritik. Jika yakin bahwa jalan yang ditempuh itu benar, teruslah melangkah.
5.Kritik itu sesuatu yang wajar.
Kritik akan selalu ada, selama kita hidup. Jangan focus pada kritik yang bersifat melemahkan. Tetaplah semangat pada setiap kritikan. Jangan selalu mengingat kesalahan. kita perbuat. Bila kita selalu mengingatnya, kita akan selalu ragu.
Jadi untuk apapun jangan takut dan marah bila dikritik. Jika yakin, yang ditempuh itu benar. Teruslah melangkah.
Sumber : kabarinew.com
Sumber gambar : www.pickthebrain.com/blog

Huang Guofu Pelukis Tanpa Lengan dari China

Huang Guofu
Meski pria ini cacat tanpa lengan, namun kemampuannya memahami dunia seni melebihi manusia normal. Oleh sebab itu kini dia menjabat sebagai wakil kurator Chongqing Talents Museum di China.Kini Huang Guofu (41) tengah menjalani sebuah proyek besar melukis gulungan panjang yang mengisahkan sejarah kota Chongqing.Dia melukis dengan memanfaatkan anggota tubuhnya yang lain seperti mulut dan kedua kakinya. Berkat kegigihannya menjalani dunia seni, pemerintah setempat akhrinya mendirikan sebuah museum bakat bagi orang-orang cacat.
Huang lahir di Tongnan, Chongqing, China.Dia kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan listrik. Sejak usia 12 tahun, dia mulai bertekad melukis dengan mengandalkan kedua kaki dan mulutnya.
Huang berhenti sekolah ketika ia berusia 18 tahun saat ayahnya sekarat dan tak mampu membiayai hidup mereka lagi. Dia mulai mengelilingi sejumlah kota dengan menampilkan kebolehannya melukis di pinggir jalan.
Karya-karyanya menggugah sejumlah pengamat dan akhirnya diundang untuk dipamerkan di pusat kebudayaan China. Tahun 1999, Huang bertemu dengan seorang wanita yang menaruh hati padanya di Provinsi Sichuan. Gadis Hu Guohui itu akhirnya dinikahi Huang setahun berikutnya.
Museum Huang kini memiliki sejumlah pelukis cacat yang berbakat dengan hasil karya mereka kerap dipamerkan di berbagai even seni internasional.
sumber: blogpopuler