catatan kecilku

Jumat, 03 Juni 2011

Fakta Menarik Tentang Kulit


Organ terluar alias kluit dari tubuh manusia yang bersifat lentur dan lembut. Demi si kulit sehat, setiap hari orang membersihkan, melembabkan dan melindungi kulitnya, terlebih lagi wanita. Apa saja fakta di balik kulit manusia?

Seperti dilansir dari Howstuffworks, dengan memahami kulit dapat membantu menempatkannya dalam sebuah perspektif bagaimana kulit mengisi semua ruang di tubuh.

1. Kulit melindungi organ internal dari unsur-unsur eksternal seperti suhu ekstrem, sinar ultraviolet dari matahari dan bahan kimia berbahaya.

2. Kulit juga membantu menahan air, mencegah infeksi dan memproduksi protein esensial dan vitamin. Untuk melakukan semua tugas itu, dibutuhkan kulit dalam jumlah banyak.

3. Orang dewasa rata-rata memiliki sekitar 8 pon (3,6 kilogram) atau sekitar 22 kaki persegi (6,7 meter persegi) kulit.

4. Tidak semua kulit dapat terlihat oleh mata. Kulit manusia terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis dan lapisan lemak di bawah kulit, atau hypodermis. Dan setiap lapisan memiliki tujuan yang berbeda.

Epidermis adalah lapisan kulit luar yang memberikan pigmen dan menghasilkan sel-sel kulit baru sebagai pengganti sel-sel yang sudah mati.

Dermis adalah lapisan tengah, merupakan tempat rasa sakit dan mengandung reseptor sentuhan seperti pembuluh darah, folikel rambut, kolagen dan elastin.

Sedangkan lapisan bawah kulit terdiri dari kolagen dan lemak, yang membantu menyerap goncangan dan melindungi tubuh serta organ-organ internal.

5. Kulit adalah organ yang terus berkembang dan selalu berubah sepanjang hidup kita. Bahkan manusia menanggalkan sekitar 40.000 sel kulit per menit.

6. Kulit mengalami pembaharuan setiap 35 hari sekali. Ini berarti bahwa ketika seseorang berumur 20 tahun, ia telah mengalami pergantian kulit sebanyak 200 kali.

[health.detik.com]

Apa Jadinya Jika Benua Tak Terpecah?




Apa Jadinya Jika Benua Tak Terpecah?
Sekitar 300 hingga 200 juta tahun silam, tujuh benua yang ada sekarang ini berasal dari sebuah benua sangat luas. Benua itu disebut 'Pangea'. Beberapa bagian dari Pangea itu lalu terangkat akibat pergerakan kerak bumi. Lalu terpecah-pecah menjadi patahan atau sekarang kita kenal lempeng tektonik.

Sejumlah benua terlihat saling berpasangan antara satu dengan lainnya. Seperti permainan puzzle yang pas jika dipasangkan. Misalnya, kawasan pantai timur Amerika Selatan, bentuknya cocok jika dipasangkan dengan pantai barat Afrika.

Apa jadinya jika benua itu tidak terpecah dan berpisah satu dengan lainnya? Tentu banyak hal akan terjadi. Tapi yang hampir pasti, dunia ini akan miskin perbedaan. Kurang beragam alias homogen. Baik tumbuhan, binatang, termasuk manusia.

Teori yang kni masih diyakini banyak orang adalah nenek moyang spesies makhluk saat ini terbentuk karena isolasi geografis. Karena 'keterbatasan' akibat isolasi itu, secara perlahan tapi pasti mengalami perubahan. Berevolusi menjadi sifat, dan bentuk baru setelah melewati tantangan alam.
Coba kita perhatikan, sebagai contoh, pulau Madagaskar yang sekarang berada di timur Afrika. Pulau luas ini adalah pecahan dari Pangea bagian selatan pada 160 juta tahun yang lalu.

Menurut Conservation International, di pulau itu, sekitar sembilan dari sepuluh jenis tumbuhan dan mamalia yang hidup, berevolusi dan tidak ditemukan di pulau manapun di atas planet ini.

Profesor ilmu bumi dari Universitas Ohio, Damian Nance, mengatakan jika Pangea tak terpecah, maka kondisi kehidupan di benua itu akan sangat panas dan gersang. "Karena ukuran Pangea sangat luas, awan basah akan hilang sebelum mencapai jarak yang jauh," kata Nance.

Pangea yang belum terpecah itu, bergerak menjauhi kutub akibat rotasi bumi. Sehingga, benua itu terpusat di sekitar ekuator, bagian planet paling panas. Pada iklim seperti itulah, reptil dapat hidup dengan baik. Misalnya dinosaurus, hidup dengan baik saat benua masih menyatu secara luas.

Sumberhttp://galaxymaya.blogspot.com