catatan kecilku

Kamis, 16 Februari 2012

Penyebab Laki-Laki ditarik ke Neraka oleh Wanita


Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah:

1. Ayahnya

Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat,mengaji dan sebagainya Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya. (p/s; Duhai lelaki yg bergelar ayah, bagaimanakah hal keadaan anak perempuanmu sekarang?. Adakah kau mengajarnya bersholat … ..menutup aurat?.. pengetahuan agama?.. Jika tidak cukup salah satunya, maka bersedialah untuk menjadi bahan bakar neraka jahannam.)

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yang alim dimana sholatnya tidak pernah bertangguh, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam neraka.

(p/s; Duhai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia?
Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya mengikut ketetapan syari’at, maka terimalah hakikat yang kau akan sehidup semati bersamanya di ‘taman’ neraka sana.)

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adiknya dibiarkan melencong dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

(p/s; Duhai lelaki yang mempunyai adik perempuan, jangan hanya menjaga amalmu, dan jangan ingat kau terlepas…
kau juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak…jika membiarkan adikmu bergelumang dengan maksiat… dan tidak menutup aurat.)

4. Anak-anak lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram di sisi Islam. bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata-ngatai dan sebagainya…maka anak itu akan disoal dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak….dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.

(p/s; Duhai anak2 lelaki…. sayangilah ibumu….
nasihatilah dia jika tersalah atau terlupa…. karena ibu juga insan biasa… sekali lepas dari melakukan dosa…
selamatkanlah dia dari menjadi ‘kayu api’ neraka….jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi penemannya.)
…………………………………………..
Lihatlah…..betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman Allah S.W.T;

“Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu….
http://www.osserem.me

Kamis, 09 Februari 2012

MISTERI VALENTINE’S DAY (2): MITOS SANTO VALENTINUS

Valentine’s Day konon berasal dari kisah hidup seorang Santo (orang suci dalam Katolik) yang rela menyerahkan nyawanya demi cinta orang lain. Nama orang suci itu Santo Valentinus. Namun sejarah Gereja sendiri tidak menemukan kata sepakat tentang siapa sesungguhnya sosok Santo Valentinus sendiri. Bahkan banyak yang kemudian mengakui bahwa sesungguhnya, kisah mengenai Santo Valentinus sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat dan diyakini hanya merupakan mitos atau dongeng, sebuah eufismisme dari ‘kedustaan’. Sebab itu, Gereja sebenarnya telah mengeluarkan surat larangan bagi pengikutnya untuk ikut-ikutan merayakan ritual yang tidak berdasar ini.



Saat ini ada banyak cerita tentang Santo Valentinus. Sekurangnya ada tiga nama Valentine yang diyakini meninggal pada 14 Februari (The Catholic Encyclopedia Vol. XV, sub judul St. Valentine). Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa kekuasaan Kaisar Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya tokoh “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Tiga nama Santo yang menjadi martir tersebut yakni seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari*Valentine juga tidak jelas.



VERSI PERTAMA

Versi pertama menceritakan bahwa Santo Valentinus merupakan seorang Katolik yang dengan berani mengatakan di hadapan Kaisar Cladius II yang berkuasa di Roma bahwa Yesus adalah satu-satunya tuhan dan menolak menyembah para dewa dan dewi orang Romawi. Kaisar Claudius II sangat marah dan memerintahkan agar Valentinus dimasukkan ke dalam penjara. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentinus diam-diam menulis surat dukungan dan meletakkannya di depan jeruji penjara. Ini saja versi pertama, tidak ada kisah tentang cinta dan kasih sayang.





VERSI KEDUA

Kisah kedua juga masih menceritakan tentang Kaisar Claudius II. Hanya saja kali ini soal ambisi dan keyakinan Sang Kaisar bahwa Kerajaan Romawi harus terus jaya dan sebab itu membutuhkan bala-tentara yang kuat, terampil, dan kokoh tak terkalahkan. Super tentara ini menurut Kaisar Claudius II hanya bisa dipenuhi oleh para pemuda yang masih suci, yang belum pernah menyentuh wanita. Maka Kaisar Claudius pun mengeluarkan larangan kepada semua pemuda di Roma untuk tidak menjalin hubungan dengan wanita.



Keputusan Sang Kaisar di mana setiap titahnya merupakan hukum yang sama sekali tidak boleh ditawar-tawar menggegerkan rakyatnya. Banyak yang sesungguhnya menolak hal ini, namun mereka tidak berani untuk menentangnya secara terang-terangan. Karena setiap yang melanggar titah Sang Paduka taruhannya teramat mahal: nyawanya sendiri.



Namun di luar kelaziman pada zaman itu, dua tokoh Gereja—Santo Valentinus dan Santo Marius—diam-diam menentang keputusan Kaisar Claudius dan menyebutnya sebagai hal yang menyalahi kecenderungan alamiah manusia. Namun tidak disinggung mengapa pula kedua tokoh Gereja ini tidak memprotes aturan Gereja sendiri yang mengharuskan para Pastor dan Biarawati hidup selibat. Bahkan diduga kuat, kedua orang ini juga menerapkan hidup selibat. Sayangnya, tidak ada petunjuk tentang hal ini.



Secara diam-diam, kedua tokoh Gereja ini tetap menikahkan pasangan muda yang ingin menikah dan menjadi konselor atau penasihat bagi kaum muda yang mengalami kendala dalam berhubungan dengan pasangannya.



Suatu waktu Kaisar Claudius mendengar berita tersebut dan langsung memerintahkan penangkapan atas keduanya. Santo Valentinus dan Santo Marius pun dijebloskan ke dalam penjara. Vonis mati pun dengan cepat dijatuhkan.



Dalam versi ini, di dalam penjara Santo Valentinus jatuh hari pada anak seorang sipir. Cintanya mendapat sambutan hangat. Anak gadis sang sipir atau penjaga penjara ini pun jatuh hati padanya. Sang gadis sering mengunjungi Valentinus hingga kekasihnya dihukum mati.



Cerita ini menjadi salah satu mitos yang paling dikenang hingga pada 14 Februari 496 M, Paus Gelasius meresmikan hari itu sebagai hari untuk memperingati Santo Valentinus (The World Book Encyclopedia 1998). Walau demikian, Paus Gelasius sendiri mengakui bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini. Walau demikian, Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.



Hari Valentine yang oleh Paus Gelasisu II dimasukkan dalam kalender perayaan Gereja, pada tahun 1969 dihapus dari kalender gereja dan dinyatakan sama sekali tidak memiliki asal-muasal yang jelas. Sebab itu Gereja melarang Valentine’s Day dirayakan oleh umatnya. Walau demikian, larangan ini tidak ampuh dan Valentine’s Day masih saja diperingati oleh banyak orang di dunia.



Sumber : eramuslim.com