catatan kecilku

Minggu, 05 Agustus 2012

Ketika Iblis Diperintah Menghadap Rasulullah

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.
Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata:
pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”
” Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas
Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. “
“Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. “
“Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”
Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya
“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”
Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”
Cara Iblis Menggoda
“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.
Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan iapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”
10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT
“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”
Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”
Allah berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya.
Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca,
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”
Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.
Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat setidak-setidaknya membuat hidup ini lebih nyaman dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.

Rabu, 01 Agustus 2012

MENDAKI GUNUNG

Pada umumnya kegiatan ini mengundang banyak pertanyaan dari mereka yang awam, antara lain: “Mengapa mendaki gunung”, “Apa yang mereka cari di gunung?”, Mengapa para pendaki bersedia berjuang dan mengorbankan apa yang dimilikinya hanya untuk dapat berdiri sejenak di puncak gunung?” dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang hampir semuanya bernada bingung dan merendahkan.


Sialnya, mereka yang dengan penuh kegagahan telah berani memproklamirkan dirinya sebagai pendaki gunung tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan kepada mereka yang memiliki pertanyaan-pertanyaan diatas. Para pendaki gunung sulit memberikan jawaban yang baku karena pendakian bukanlah suatu usaha pencapaian materi, melainkan suatu usaha pencapaian kebutuhan non materi yang hasilnya hanya dapat dirasakan perindividu yang melakoninya. Setiap pendakian selalu diwarnai oleh pengalaman baru, sehingga kepuasan yang dirasakan tidak hanya terpaku pada suatu sisi.

Diantara mereka yang bergiat dikegiatan ini, ada beberapa yang mencoba menjawab pertanyaan diatas. Goerge F Mallory, seorang pendaki kondang dari Inggris yang kesal karena selalu ditanya mengapa ia mendaki gunung menjawab: “Because it is there!” -Ia bersama dengan seorang rekannya pada tahun 1924 hilang di puncak gunung Everest, dalam usaha pencapaian puncak tertinggi didunia ini, pencapaian yang menjadi cita-cita banyak pendaki didunia walaupun untuk mendapatkannya mesti ditebus dengan nyawa sekalipun. Dari negeri yang indah inipun tampil Soe Hok Gie memberikan jawaban: “Aku cinta gunung karena aku mencintai keberanian hidup” -Keberanian yang akhirnya tertelan batas kehidupan, Ia tewas karena menghisap gas beracun digunung Semeru pada tanggal 16 Desember 1969. Alm. Norman Edwin, sosok yang dianggap para juniornya sebagai guru dan pendaki yang berprestasi dalam bukunya MENDAKI GUNUNG SEBUAH TANTANGAN PETUALANGAN mencoba menjelaskan bahwa mendaki gunung adalah wujud dari rasa ingin tahu yang ada pada jiwa manusia. Rasa ingin tahu inilah yang melahirkan kebutuhan psikologis dan kebutuhan-kebutuhan lain, seperti kebutuhan akan pengalaman baru, kebutuhan untuk berprestasi dan diakui oleh masyarakat dan bangsanya. Sosok lain yang mencoba ikut memberikan jawaban adalah Alm. Budi Laksmono, “Hidup ini harus lebih dari sekadarnya”, katanya -Ia tewas dalam kegiatan arung jeram disungai Alas, Aceh tanggal 25 Februari 1985.
Kemudian apakah kematian mereka yang saya sebutkan diatas merupakan pertanda bahwa mereka tidak mencintai hidup?, yang pasti mereka semua adalah sosok manusia yang sangat mencintai hidup, sosok manusia yang selalu mencari makna dan arti kehidupan. Mereka tewas dalam usaha untuk memberikan arti lebih pada hidupnya, mereka berjuang dalam lingkup tanda tanya besar, apa itu hidup? dan dimanakah batas-batas kehidupan?. Petualangan adalah salah satu cara untuk mengetahui kemampuan diri dan batas lain dari kehidupan yang sekarang kita jalani, dengan mengetahui ini maka kita akan menghargai dengan tulus kehidupan yang telah diberikan oleh Sang pencipta.


Untuk mengakhiri paragraph ini saya kutipkan kata-kata yang diucapkan oleh Reinhold Messner - Pendaki tujuh puncak dunia dan orang pertama yang menyelesaikan pendakian di area “death zone” (14 puncak yang memiliki ketinggian diatas 8.000mdpl) pegunungan Himalaya. “Jangan bertanya mengapa kami mendaki gunung, karena kami akan selalu memberikan jawaban yang berbeda dan sulit dimengerti. Tapi datanglah kegunung dan temukan jawabannya disana”.
Diantara banyaknya pertanyaan dan dugaan yang sinis terhadap kegiatan ini, muncul pula anggapan dan usaha pengkultusan terhadap mereka yang sukses didalam usaha pencapaian puncak gunung dan bidang petualangan lainnya. Mereka dipuji karena dianggap mampu melampaui batas-batas ketahanan manusia serta mengangkat harkat bangsanya kedalam jajaran bangsa pionir. Contoh dari kasus ini adalah pemberian gelar kerajaan Sir. kepada Edmund Hillary (seorang warga selandia baru) oleh Ratu Inggris atas keberhasilannya sebagai orang pertama yang menjejakkan kakinya dipuncak gunung Everest. Kehormatan ini diraihnya karena Ia dianggap menaikkan citra negara-negara persemakmuran karena prestasi yang diukirnya.


Benarkah mereka yang berjulukan pendaki gunung adalah sosok tegar yang mampu melewati batas-batas ketahanan manusia?, benarkah mereka memiliki ketabahan dan keberanian yang tidak terbatas?. Peter Boardman seorang pendaki yang berhasil mencapai puncak Everest tahun 1975 berkomentar: “Dibutuhkan lebih banyak keberanian untuk menghadapi kehidupan sehari-hari dibandingkan bahaya suatu pendakian. Dan dibutuhkan lebih banyak ketabahan untuk bertahan hidup dikota dari pada mendaki gunung yang tinggi”. Dr. Michael Stroud dan Sir. Ranulph Fiennes yang telah memecahkan rekor menyeberangi Antartika dan mendaki gunung-gunung disana dengan berjalan kaki tanpa bantuan anjing, kendaraan salju maupun suplai makanan dari udara, ketika ditanya apakah mereka ingin membuktikan kemampuan dirinya dengan melakukan ekspedisi berani mati tersebut, menjawab: “Saya bukan orang yang tergila-gila kepada kutub, tidak sama sekali!. Ekspedisi ini adalah mimpi buruk, tapi kalau tidak ada masalah, tentu orang lain telah melakukannya”. Ucapan Dr. Michael Stroud ini kemudian disambung oleh Sir. Ranulph Fiennes: “Tidak ada daya tarik sama sekali berjalan kaki melintasi Antartika selain kepuasan telah melakukan sesuatu”.

Dari komentar yang dilontark`n oleh mereka yang telah kadung jagoan dibidang mendaki gunung dan bidang petualangan yang lainnya ini, dapat kita simpulkan bahwa mereka yang bergiat dikegiatan ini bukanlah sosok yang super kuat ataupun jauh dari sifat manusiawi, mereka adalah sosok manusia sehari-hari yang memiliki rasa takut kala menghadapi bahaya dan dapat menangis kala kesabaran mereka diuji. Mereka juga bukanlah orang yang haus dengan pujian dan sanjungan, mereka tidak pernah mendaki gunung dengan tujuan mendapatkan medali, mereka lakukan kegiatan ini jauh dari sorak-sorai dan acungan jempol penonton. Kalaupun ada penghargaan yang mereka dapatkan, yaitu bertambahnya percaya diri dan rasa bahagia yang membekas yang dianugerahkan oleh alam karena telah bersedia menjalani hidup suatu waktu dengan cara menyatu dalam harmoni yang dikumandangkannya.
Diakhir tulisan ini saya hanya dapat berharap agar mereka yang awam dengan kegiatan mendaki gunung dapat lebih bijaksana didalam menilai kegiatan ini. Sedangkan bagi mereka yang ingin menggeluti kegiatan ini, mohon mulailah dengan niat yang tulus dan bijaksana, karena hanya dengan cara tersebutlah kita dapat menikmati keindahan ciptaan Tuhan tersebut dan mengambil hikmat dan nikmat dari apa yang telah kita lakukan. Dan bagi mereka yang telah menggeluti kegiatan ini, mudah-mudahan berangkat dari sekedar mendaki gunung kita nantinya akan menjadi sahabat alam yang setia, yang tentunya tidak akan rela membiarkan alam ini dirusak oleh mereka yang memandangnya hanya sekadar sebagai sumber penghidupan.


Ada baiknya disini saya mengutip kalimat yang tertulis dalam catatan perjalanan seorang engineer NASA yang hilang di dipegunungan Alpen. “Aku percaya bahwa alam memiliki pelajaran dan dapat mengajar kita. Aku percaya bahwa alam dengan segala keindahan serta hukum-hukumnya merupakan sekolah terbaik bagi manusia. Karena itu seorang petualang sejati hanya berjuang untuk menaklukkan dirinya sendiri”.
Akhir kata saya berharap tulisan ini ada manfaatnya bagi kita semua. Dan bagi rekan-rekan petualang yang telah membaktikan dirinya dengan setulus hati, saya hanya dapat berucap, “Sampai jumpa dipetualangan yang maha besar, petualangan abadi